Aktifitas yang terlalu sibuk kerap membuat banyak orang menjadi lupa diri, termasuk urusan beristirahat.
Bagi
masyarakat di era modern khususnya masyarakat perktotaan selalu
mempunyai kebiasaan tidur larut malam dan harus bangun pagi buta.
Padahal, pola tidur tidak sehat ini berpotensi menjadi ancaman baru
yang mematikan sementara
tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang menurut para
ahli fungsinya justru lebih penting dari makanan. Sebab seseorang akan
dapat lebih lama bertahan hidup tanpa makanan dibandingkan tanpa tidur.
Seseorang masih mampu bertahan hidup kurang lebih 40 hari dengan tanpa makanan sama sekali,
tanpa minuman seseorang mampu bertahan hidup sekitar 3 hari, dengan
tanpa udara kemampuan bertahan hidup seseorang hanya dapat bertahan
dalam hitungan menit, sedangkan tanpa tidur seseorang hanya mampu
bertahan hidup selama 11 hari. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan vital
manusia jika diurutkan adalah: udara, air, tidur, serta makanan.
Sebuah
kajian riset terbaru menunjukkan, kurangnya waktu berisitirahat pada
malam hari dapat memicu risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian
para ahli dari Warwick Medical School yang dipublikasikan dalam European
Heart Journal menyatakan, tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat
meningkatkan risiko kematian akibat strok hingga 15 persen dan risiko
kematian akibat serangan jantung melonjak hingga 50 persen.
Francesco
Cappuccio, seorang profesor bidang epidemiologi dan pengobatan
kardiovaskuler, beserta rekannya Dr Michelle Miller, pakar ilmu
kedokteran, membuat kesimpulan tersebut setelah memantau sekitar 470.000
orang di delapan negara selama kurun waktu 7 sampai 25 tahun.
Tidur
yang terlalu larut sementara bangun cepat mengakibatkan seseorang akan
kekurangan waktu istirahat yang tentunya sangat berpengaruh pada
kesehatan. Berikut dampak negatif dari kurang tidur
- Berkurangnya Konsentrasi
Siklus
tidur sangat membantu untuk menguatkan memori dalam pikiran yang
membantu seseorang dalam berkonsentrasi. Sehingga mereka yang sering
tidur larut malam akan terganggu konsentrasinya, penalarannya,
kewaspadaannya, juga kemampuannya dalam memecahkan masalah.
- Dampak buruk bagi kesehatan
Tidur
sangat berperan dalam melancarkan peredaran darah, memperbaiki sel-sel
tubuh, serta membantu produksi enzim dan hormon, sehingga seseorang yang
kurang tidur dengan sendirinya akan berisiko terserang gangguan
kesehatan. Bahkan, jika kurang tidur tersebut terjadi terus menerus dan
berada pada tahap kronis, maka gangguan kesehatan yang akan muncul juga
sangat serius, seperti:
- tekanan darah tinggi,
- penyakit jantung,
- stroke,
- diabetes, dan sebagainya.
3. Menjadi Pelupa
Study
yang dilakukan di Perancis dan Amerika menemukan bahwa “sharp wave
ripples” atau peristiwa otak yang bertanggung jawab dalam menguatkan
memori otak, dan mentransfer data yang ada dari hipokampus menuju ke
neokorteks yang ada di otak, dimana semua kenangan jangka panjang
tersimpan. Sharp wave ripples tersebut pada umumnya terjadi disaat
tidur. Itu sebabnya, mereka yang seringkali tidur larut malam pada masa
tertentu akan menjadi pelupa.
- Penyebab Depresi
Perasaan
sedih, marah, stress, dan mental lelah akan dialami oleh mereka yang
selama 7 hari berturut-turut tidurnya kurang dari 5 jam. Itu sebabnya
menurut hasil penelitian, mereka yang mengidap insomnia, memiliki
kemungkinan 5 kali lebih besar untuk terserang depresi.
- Obesitas
Kelebihan
berat badan juga mengancam mereka yang seringkali tidur larut malam.
Mereka yang dalam sehari semalam tidurnya kurang dari 6 jam, hampir 30%
memiliki kecenderungan menjadi gemuk dibanding mereka yang memiliki
waktu tidur 7 – 9 jam perhari. Hal ini disebabkan karena pada waktu
tidur terjadi penurunan leptin (pemberi sinyal kenyang ke otak serta
merangsang nafsu makan), dan peningkatan ghrelin (perangsang rasa
lapar). Mereka yang sering tidur larut malam, bukan hanya nafsu makannya
saja yang terangsang, tapi juga timbul hasrat yang kuat untuk menyantap
berbagai jenis makanan tanpa terkontrol, seperti makanan berlemak atau
makanan berkabohidrat tinggi.
- Berpengaruh pada Kesehatan Kulit
Tidak
hanya mata yang cekung, mereka yang kurang tidur juga akan terlihat
pucat, dengan kulit yang kusam, disertai garis-garis halus pada kulit
wajah. Hal ini disebabkan karena pada saat kurang tidur, tubuh akan
lebih banyak melepaskan hormon kortisol atau hormon stress. Padahal
hormon kortisol dalam jumlah yang berlebihan dapat memecahkan kolagen
kulit, sementara fungsi dari kolagen itu sendiri untuk menjaga kehalusan
kulit dan untuk membuat kulit tetap elastis.
- Meningkatkan Risiko Kematian
Dampak
dari kurang tidur yang paling menakutkan adalah meningkatnya risiko
kematian. Menurut peneliti Inggris, Whitehall, mereka yang tidur kurang
dari 5 – 7 jam sehari, akan mengalami risiko kematian yang meningkat
akibat berbagai faktor, dan mengalami risiko kematian dua kali lebih
besar akibat penyakit kardiovaskuler.
- Cepat Tua
Tidur
adalah waktu tubuh membuang toxin atau racun yang seharian kita peroleh
dan memulihkan stamina dan fungsi kulit kita. Tidur larut malam akan
membuat kinerja tubuh tidak maksimal dalam membuang racun yang
menyebabkan kita cepat tua.
Dari berbagai Sumber

No comments:
Post a Comment