Thursday, February 18, 2016

Bahaya tidur malam bagi kesehatan

Aktifitas yang terlalu sibuk  kerap membuat banyak orang menjadi lupa diri, termasuk urusan beristirahat. 
Bagi masyarakat  di era modern khususnya masyarakat perktotaan  selalu mempunyai kebiasaan  tidur larut malam dan harus bangun pagi buta. Padahal, pola tidur tidak sehat  ini berpotensi menjadi ancaman baru yang mematikan sementara tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang menurut para ahli fungsinya justru lebih penting dari makanan. Sebab seseorang akan dapat lebih lama bertahan hidup tanpa makanan dibandingkan tanpa
tidur. 
Seseorang masih mampu bertahan hidup kurang lebih 40 hari dengan tanpa makanan sama sekali, tanpa minuman seseorang mampu bertahan hidup sekitar 3 hari, dengan tanpa udara kemampuan bertahan hidup seseorang hanya dapat bertahan dalam hitungan menit, sedangkan tanpa tidur seseorang hanya mampu bertahan hidup selama 11 hari. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan vital manusia jika diurutkan adalah: udara, air, tidur, serta makanan.
Sebuah kajian riset terbaru menunjukkan, kurangnya waktu berisitirahat pada malam hari dapat memicu risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian para ahli dari Warwick Medical School yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menyatakan, tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat meningkatkan risiko kematian akibat strok hingga 15 persen dan risiko kematian akibat serangan jantung melonjak hingga 50 persen.
Francesco Cappuccio, seorang profesor bidang epidemiologi dan pengobatan kardiovaskuler, beserta rekannya Dr Michelle Miller, pakar ilmu kedokteran, membuat kesimpulan tersebut setelah memantau sekitar 470.000 orang di delapan negara selama kurun waktu 7 sampai 25 tahun. 
Tidur yang terlalu larut sementara bangun cepat mengakibatkan seseorang akan kekurangan waktu istirahat yang tentunya sangat berpengaruh pada kesehatan. Berikut dampak negatif dari kurang tidur
  1. Berkurangnya Konsentrasi
Siklus tidur sangat membantu untuk menguatkan memori dalam pikiran yang membantu seseorang dalam berkonsentrasi. Sehingga mereka yang sering tidur larut malam akan terganggu konsentrasinya, penalarannya, kewaspadaannya, juga kemampuannya dalam memecahkan masalah.
  1. Dampak buruk bagi kesehatan
Tidur sangat berperan dalam melancarkan peredaran darah, memperbaiki sel-sel tubuh, serta membantu produksi enzim dan hormon, sehingga seseorang yang kurang tidur dengan sendirinya akan berisiko terserang gangguan kesehatan. Bahkan, jika kurang tidur tersebut terjadi terus menerus dan berada pada tahap kronis, maka gangguan kesehatan yang akan muncul juga sangat serius, seperti:
  • tekanan darah tinggi,
  • penyakit jantung,
  • stroke,
  • diabetes, dan sebagainya.

3. Menjadi Pelupa

Study yang dilakukan di Perancis dan Amerika menemukan bahwa “sharp wave ripples” atau peristiwa otak yang bertanggung jawab dalam menguatkan memori otak, dan mentransfer data yang ada dari hipokampus menuju ke neokorteks yang ada di otak, dimana semua kenangan jangka panjang tersimpan. Sharp wave ripples tersebut pada umumnya terjadi disaat tidur. Itu sebabnya, mereka yang seringkali tidur larut malam pada masa tertentu akan menjadi pelupa.
  1. Penyebab Depresi
Perasaan sedih, marah, stress, dan mental lelah akan dialami  oleh mereka yang selama 7 hari berturut-turut tidurnya kurang dari 5 jam. Itu sebabnya menurut hasil penelitian, mereka yang mengidap insomnia, memiliki kemungkinan 5 kali lebih besar untuk terserang depresi.
  1. Obesitas
Kelebihan berat badan juga mengancam mereka yang seringkali tidur larut malam. Mereka yang dalam sehari semalam tidurnya kurang dari 6 jam, hampir 30% memiliki kecenderungan menjadi gemuk dibanding mereka yang memiliki waktu tidur 7 – 9 jam perhari. Hal ini disebabkan karena pada waktu tidur terjadi penurunan leptin (pemberi sinyal kenyang ke otak serta merangsang nafsu makan), dan peningkatan ghrelin (perangsang rasa lapar). Mereka yang sering tidur larut malam, bukan hanya nafsu makannya saja yang terangsang, tapi juga timbul hasrat yang kuat untuk menyantap berbagai jenis makanan tanpa terkontrol, seperti makanan berlemak atau makanan berkabohidrat tinggi.
  1. Berpengaruh pada Kesehatan Kulit
Tidak hanya mata yang cekung, mereka yang kurang tidur juga akan terlihat pucat, dengan kulit yang kusam, disertai garis-garis halus pada kulit wajah. Hal ini disebabkan karena pada saat kurang tidur, tubuh akan lebih banyak melepaskan hormon kortisol atau hormon stress. Padahal hormon kortisol dalam jumlah yang berlebihan dapat memecahkan kolagen kulit, sementara fungsi dari kolagen itu sendiri untuk menjaga kehalusan kulit dan untuk membuat kulit tetap elastis.
  1. Meningkatkan Risiko Kematian
Dampak dari kurang tidur yang paling menakutkan adalah meningkatnya risiko kematian. Menurut peneliti Inggris, Whitehall, mereka yang tidur kurang dari 5 –  7 jam sehari, akan mengalami risiko kematian yang meningkat akibat berbagai faktor, dan mengalami risiko kematian dua kali lebih besar akibat penyakit kardiovaskuler.
  1. Cepat Tua
Tidur adalah waktu tubuh membuang toxin atau racun yang seharian kita peroleh dan memulihkan stamina dan fungsi kulit kita. Tidur larut malam akan membuat kinerja tubuh tidak maksimal dalam membuang racun yang menyebabkan kita cepat tua.
Dari berbagai Sumber

No comments:

Post a Comment